Mengutip sebagian atau keseluruhan isi blog ini ke blog Anda dipersilahkan ASAL menyebut URL sumber tulisan atau permanent link artikel yg dikutip.

Sabtu, 30 Juni 2012

Implementasi Cloud Computing

   Sadar tidak sadar pasti pernah melakukan implementasi cloud computing.  Ada tiga ciri dalam implementasi cloud computing antara lain komputer Front end, komputer back end dan yang terakhir penghubung antara keduanya.

1. Komputer front end biasanya merupakan komputer desktop biasa, dimana orang biasa menggunakannya.

2. Komputer back end dalam skala besar bisa berupa server komputer yang dilengkapi dengan data center dan mempunyai kinerja yang tinggi.

3. Penghubung keduanya bisa berupa jaringan LAN atau internet.




Contoh diantara ketiga ciri tersebut seperti :

1. Ketika mengakses atau menggunakan mesin pencari Google. Mesin pencari Google, juga mesin pencari lainnya merupakan aplikasi web. Dimana data-data pendukung mereka berada di server masing-masing.

2. Aplikasi yang mungkin sudah akrab di telinga kita, misalnya Google Docs, DropBox,dll.

   Google Docs adalah produk dari Google Inc. , yang dapat digunakan sebagai media penyimpanan dokumen. Akan tetapi user dapat membuat dan mengubah isi dari dokumen (file presentasi, tabel-tabel perhitungan, membuat formulir dan untuk menggambar sederhana) secara online, user dapat memberikan hak ases kepada pengguna lain, baik hanya untuk melihat isi dokumen maupun dapat mengubah isi dokumen tersebut. Dengan fasilitas ini kita serasa memiliki aplikasi Office yang dapat digunakan secara online dimana saja.

   DropBox adalah sebuah layanan backup, sharing file dan sinkronisasi file yang memanfaatkan jalur internet sehingga siapapun yang punya akses internet dapat melakukan sinkronisasi dari seluruh dunia. Layanan dropbox tersedia untuk sistem operasi Windows, Linux dan Mac OS. Bahkan juga tersedia untuk perangkat bergerak misalnya iphone, ipad, blackberry dan android. Berbagai bentuk file dapat kita simpan dan bagikan melalui DropBox, mulai dari dokumen, lagu, foto atau gambar, maupun video. Dengan sekali membuat akun di DropBox, setelahnya anda dapat menyimpan dan membagikan file-file anda kapanpun dan dimanapun anda terhubung melalui koneksi internet.


sumber :
1.  http://iiaahhdudul.blogspot.com/2012/06/implementasi-cloud-computing.html
2.  http://resariski.wordpress.com/2012/03/20/implementasi-cloud-computing/

Kamis, 19 April 2012

Database Cloud Computing


Pada tulisan kali ini membahas tentang salah satu gaya atau karakteristik implementasi modern, yaitu Cloud Computing tetapi pada bagian databasenya. Database atau biasa disebut basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Sedangkan Cloud computing itu sendiri adalah teknologi yang menggunakan internet dan server pusat yang jauh untuk menjaga atau mengelola data dan aplikasi. 
Cloud computing membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa melakukan instalasi, mengakses file pribadi mereka di komputer manapun dengan akses internet. Teknologi ini memungkinkan efisiensi lebih dengan memusatkan penyimpanan, memory, pemrosesan, dan bandwith. Contoh cloud computing seperti Yahoo email atau Gmail. Anda tidak perlu software atau server untuk menggunakannya. Semua konsumen hanya perlu koneksi internet dan mereka dapat mulai mengirimkan email. Software manajemen email dan server semuanya ada di cloud (internet) dan secara total dikelola oleh provider seperti Yahoo, Google, etc.
Cloud Computing memiliki 5 karakteristik seperti berikut ini : 
1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2. Broad Network Access 
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling 
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4. Rapid Elasticity 
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambahuser untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service 
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Berikut ini kelebihan dari cloud computing :
1. Kemudahan Akses
Ini merupakan kelebihan yang paling menonjol dari cloud computing, yaitu kemudahan akses. Jadi kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.
2. Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di atas, data yg kita perlukan tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena berada pada server cloud.
3. Penghematan (Tanpa investasi awal)
Pastinya dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik berupa investasi hardware, software, maupun human resources nya.
4. Mengubah CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational.
5. Lentur dan Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter cloud computing yaitu “Rapid Elasticity”, maka ini juga merupakan salah 1 kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost yang mereka keluarkan.
6. Fokus pada bisnis bukan pada TI
Dengan mempercayakan semua pengelolaan seputar IT pada cloud service provider, maka kita akan lebih focus pada bisnis kita bukan pada pengelolaan IT nya.
Disamping kelebihan could computing  inipun memiliki sisi kekurangannya yakni, dilihat dari  segi transparasi kita juga belum bisa memprediksi apakah komputer cloud computing ini cukup aman dalam menyimpan data yang ada. Dan pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.

Saat ini ada beberapa vendor yang memberikan berbagai jenis layanan cloud computing, dan secara fisik sumber daya komputasi berada di data centermereka. Kita sebagai customer cukup mengkonsumsi sumber daya komputasi tersebut melalui internet tanpa tahu secara detail lokasi maupun server sumber daya komputasi yang kita pergunakan. Berikut ini jenis layanan Cloud Computing yang ada, seperti Software as a Service(SaaS),Platform as a Service(PaaS) dan Infrastructure as a Service(IaaS).
 1. Software as a Service (SaaS)
Yahoo Mail,Hotmail,Google Search,Bing,MSN Messenger,Google Docs,Microsoft Office Web Applications,SalesForce.com,Microsoft CRM,dan mungkin banyak lagi. Beberapa aplikasi tersebut merupakantidak perlu setup hardware dan softwaredi server sendiri. Cukup berlangganan , kita(customer) bisa menggunakan aplikasi tersebut  kapan dan dari mana saja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat.
2. Platform as a Service (PaaS)
Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jada PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya. kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.
Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi alternatif lain. Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa memasang software tersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat sebuah SaaS. Dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan Amazon Web Services.
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise ke data center millik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.




Rujukan aka. Referensi :






Selasa, 17 April 2012

Implementasi Komputasi Modern

Terdapat 3 jenis gaya atau karakteristik implementasi komputasi modern :
1.   Mobile computing
Mobile computing atau komputasi bergerak memiliki beberapa penjelasan, salah satunya komputasi bergerak merupakan kemajuan teknologi komputer sehingga dapat berkomunikasi menggunakan jaringan tanpa menggunakan kabel dan mudah dibawa atau berpindah tempat, tetapi berbeda dengan komputasi nirkabel.
2.   Grid computing
Komputasi grid menggunakan komputer yang terpisah oleh geografis, didistibusikan dan terhubung oleh jaringan untuk menyelasaikan masalah komputasi skala besar.
3.   Cloud computing
Komputasi cloud merupakan gaya komputasi yang terukur dinamis dan sumber daya virtual yang sering menyediakan layanan melalui internet.

Terdapat 3 model implementasi komputasi modern :
1.   Mesin Mealy
Dalam teori komputasi sebagai konsep dasar sebuah komputer, mesin Mealy adalah otomasi fasa berhingga (finite state automaton atau finite state tranducer) yang menghasilkan keluaran berdasarkan fasa saat itu dan bagian masukan/input. Dalam hal ini, diagram fasa (state diagram) dari mesin Mealy memiliki sinyal masukan dan sinyal keluaran untuk tiap transisi. Prinsip ini berbeda dengan mesin Moore yang hanya menghasilkan keluaran/output pada tiap fasa.
Nama Mealy diambil dari “G. H. Mealy” seorang perintis mesin-fasa (state-machine) yang menulis karangan “A Method for Synthesizing Sequential Circuits” pada tahun 1955.
2.   Mesin Moore
Dalam teori komputasi sebagai prinsip dasar komputer, mesin Moore adalah otomasi fasa berhingga (finite state automaton) di mana keluarannya ditentukan hanya oleh fasa saat itu (dan tidak terpengaruh oleh bagian masukan/input). Diagram fasa (state diagram) dari mesin Moore memiliki sinyal keluaran untuk masing-masing fasa. Hal ini berbeda dengan mesin Mealy yang mempunyai keluaran untuk tiap transisi.
Nama Moore diambil dari “Edward F. Moore” seorang ilmuwan komputer dan perintis mesin-fasa (state-machine) yang menulis karangan “Gedanken-experiments on Sequential Machines”.
3.   Petri net
Petri net adalah salah satu model untuk merepresentasikan sistem terdistribusi diskret. Sebagai sebuah model, Petri net merupakan grafik 2 arah yang terdiri dari place, transition, dan tanda panah yang menghubungkan keduanya. Di samping itu, untuk merepresentasikan keadaan sistem, token diletakkan pada place tertentu. Ketika sebuah transition terpantik, token akan bertransisi sesuai tanda panah.

Jenis gaya atau karakteristik yang lebih banyak dipakai dikalangan dunia IT adalah Cloud Computing dikarena beberapa alasan sebagai berikut :
  1. Kesigapan untuk merevisi dan upgrade sumber daya infrastruktur dan teknologi.
  2. Kebebasan dalam Hal Hardware dan Lokasi.
  3. Banyak Pengguna karena efisiensi dalam hal Power atau listrik.
  4. Kehandalan Sistem (Reability) karena menggunakan tempat yang berbeda-beda.
  5. Skalabilitas yang tinggi karena dengan mudah dapat menambah resource yang diperlukan.
  6. Keamanan yang lebih baik.
  7. Ketahanan (Sustainability).
  8. Perawatan (Maintenance) lebih mudah.





Rujukan aka. Referensi :
http://ilhamsk.com/pengantar-komputasi-modern/
http://resariski.wordpress.com/2012/03/19/477/


 
-----Inilah Blog Ku-----.

Bro_Nies Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SAER